Konglomerat Kaya Ini Membawa Anaknya ke Kampung Supaya Mereka Melihat "Kehidupan Orang Miskin", Tak Disangka Jawaban Putranya Membuat Konglomerat Ini Tertampar!!

Banyak orang berkata kalau kekayaan sebuah keluarga itu bisa bertahan selama 3 turunan. Tapi di zaman sekarang ini kalau kita tidak menjaga hidup kita dengan baik, kata-kata ini hanya akan jadi kata-kata penghiburan.




Di negeri di luar sana ada sebuah kisah tentang seorang konglomerat yang demi mengajarkan anaknya kehidupan orang-orang miskin, mengajaknya tinggal semalam di sebuah desa.

Konglomerat ini mengajak anaknya melihat kehidupan di desa dan memintanya untuk membandingkan kehidupan di desa dengan kehidupan mereka.

Sepulangnya dari desa, konglomerat ini kemudian bertanya kepada anaknya, "Gimana? Kamu udah lihat bedanya kehidupan orang miskin dengan kehidupan orang kaya kan? Apa yang kamu pelajari dari perjalanan kita ini?"

Setelah berpikir sebentar, anaknya menjawab, "Sekarang aku melihat betapa miskinnya kita pa. Kita cuma punya 1 ekor anjing, mereka punya 4. Kita punya kolam renang, mereka punya sungai yang ga berujung. Setelah malam, kita punya lampu-lampu yang cantik, mereka punya bintang di atas atap mereka. Kita cuma punya blakon kecil, mereka punya lapangan luas untuk berlari-lari di depan rumah mereka."

Konglomerat itu melihat anaknya dengan ekspresi bingung, anaknya kemudian berkata lagi, "Kita tinggal di 1 tempat yang kecil di sebuah pulau, tapi mereka punya banyak sawah. Kita punya beberapa orang yang membantu kita, tapi mereka semua melayani satu sama lain. Kita hanya bisa membeli segala sesuatu, tapi mereka bisa menghasilkan banyak makanan. Kita hanya punya gedung dan tembok untuk melindungi kita, tapi mereka punya tetangga dan keluarga untuk melindungi satu sama lain."

Mendengar jawaban ini ayahnya tercengang. Anak ini kemudian mengatakan, "Sekarang aku baru tahu betapa miskinnya kita!"

Ayo sebarkan kisah ini ke teman-temanmu Sobat Cerpen! Tampaknya, kekayaan seseorang tidak hanya bisa dinilai dari materi yang dimiliki ya...


Sumber : B H | Cerpen.co.id