Faktaunik.net - Desa atau kampung di Indonesia pasti memiliki ciri khas masing- masing, ada yang disebut kampung TKI karena sebagian penduduknya bekerja di luar negeri, ada juga yang disebut kampung Arab karena rata- rata penduduknya keturunan negara Arab. Yang lebih mengejutkan adalah ada yang namanya kampung janda karena penduduknya kebanyakan sudah berstatus janda bahkan anak perempuan berusia 17 tahun sudah dua kali menjanda.
Sebuah Kampung nan asri di Jawa Barat tepatnya di kampung Panyarang di Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor ini memang akrab disapa Kampung Janda oleh warga sekitar, karena banyak perempuannya yang menjadi janda. Usia mereka sangat bervariasi dari mulai usia remaja 14 tahun hingga usia sepuh 60-65 tahun.
Ketua RT 05, Ade Suryadi mengungkapkan bahwa hampir semua warganya sudah berstatus janda.

Image: http://bogor.tribunnews.com
"Di RT saya saja, dari 65 kepala keluarga (KK), ada sekitar 30 perempuan yang menjanda," kata Ketua RT 05, Ade Suryadi. "Di sini ada yang umur 17 tahun sudah jadi janda dua kali, 12-14 sudah pada menikah dan jadi janda. Saya saja sudah punya cucu, padahal usia masih 30 tahunan," ujarnya sambil tertawa. Dikutip dari TribunnewsBogor.com, Kamis (27/4/2017).
Perempuan di kampung ini menjanda karena suaminya meninggal karena galian pasir yang beberapa tahun lalu terdapat longsor yang cukup mengganaskan hingga memakan korban ratusan orang. Bukan hanya faktor itu, faktor lain semisal nikah muda pun juga menjadi alasan mengapa kampung ini disebut sebagai kampung gajah.
Akibatnya, banyak para istri yang menjadi tulang punggung keluarga, mereka dengan sekuat hati menggantikan peran suami yang telah tiada karena musibah longsor. Sebut saja, Khodijah harus banting tulang demi mencukupi kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya.
"Kalau enggak kerja, anak saya mau makan apa?" kata Khodijah. Dikutip dari news.liputan6.com. Kamis (27/4/2017).
Kisah hidup perempuan di kampung ii sungguh sangat memprihatinkan apalagi kebutuhan pangan sekarang semakin hari semakin naik. Mereka butuh sosok yang menjadikan tulang punggung sebagai keluarga dan perlu edukasi terkait maraknya nikah diusia dini.