Kalau Semua di-BID'AH-kan, Yang Tersisa Hanya Hari Raya Non Muslim...


Karna dikira bid’ah, peringatan hari besar islam ditiadakan. kesimpulannya yang tersisa cumalah kegiatan hari besar umat non - muslim.

karna dikira bid’ah, hari libur islami pula dihilangkan. kesimpulannya yang tersisa cumalah hari libur non - muslim.

karna dikira bid’ah, kegiatan peringatan hari besar umat islam di televisi pula dihilangkan. kesimpulannya yang tersisa cumalah kegiatan peringatan hari besar dari gereja, pura, candi, kelenteng dan juga kuil di televisi kita.

karna dikira bid’ah, spanduk - spanduk kegiatan maulid yang besar - besar diturunkan, dan juga yang tersisa cumalah spanduk - spanduk kegiatan umat agama yang lain.

karna dikira bid’ah, seluruh wujud keramaian yang berbau islam dihilangkan, serupa broadcast acara - acara di masjid, broadcast lantunan ayat - ayat al - qur’an dari speaker masjid, ataupun yang lain.

karna dikira bid’ah, pawai umat islam pula ditiadakan. kesimpulannya yang tersisa merupakan pawai umat lain serupa yang terjalin di solo sebagian waktu kemudian.

karna dikira bid’ah, umat islam dihimbau supaya tidak turut pemilu. kesimpulannya yang kita mampu merupakan kepala wilayah non - muslim di tengah kebanyakan muslim.

ini seluruh merupakan beberapa mungkin, dan juga 2 perihal terakhir sudah jadi dalil di negara kita ini.

mudah - mudahan seluruh contoh ini dapat membuka mata kita kalau dalam menghitung suatu, kalau tidak selamanya suatu itu wajib dilihat cuma dari sudut pandang bid’ah yang kecil. tetapi pula wajib menyertakan sudut pandang yang lain, serupa sudut pandang amar ma’ruf nahi munkar, sudut pandang syiar islam, ataupun yang lain.

bahwa kita sudah dapat mengganti syiar islam jadi budaya yang tumbuh di tengah warga, hingga sebetulnya itu merupakan satu poin kemenangan untuk umat islam di negara kita ini.

marilah kita berulang kepada syariat yang adil ini. berpegang teguh pada sunnah rasul dan juga sunnah khulafaur rasyidin.

kita bertoleransi dengan suatu yang benar kita boleh bertoleransi dan juga kita senantiasa berpegang teguh dengan prinsip prinsip supaya tegaknya din ini.

mudah - mudahan kita tercantum ke dalam kelompok orang - orang yang dapat mengerti, dan juga dapat menempatkan seluruh suatu pada tempatnya, dan juga pula dapat bijaksana dalam menghitung apa - apa yang terdapat di depan mata kita.

aamiin ya robbal ‘aalamiin. 


oleh: ustadz subki  (AL) bughury.







( sumber: http: //www. muslimedianews. com/2016/04/kalau - semua - di - bidahkan - yang - tersisa. html )